Health

Herbal Harum Maluku Cap Rajawali

796

HealthNews.co.id – Presiden Joko Widodo membuka secara resmi acara Rakernas XI APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dan APKASI Otonomi Ekspo 2018 yang berlokasi di ICE BSD Kec. Pagedangan Kab. Tangerang. Jumat, (6/7/18).

“Apkasi Otonomi Expo 2018 : Trade, Tourism and Investment”. Kegiatan itu akan berlangsung dari 6 Juli hingga tanggal 8 Juli 2018. Diperkirakan jumlah peserta dan pengunjungnya akan mencapai sekira 10 ribu orang.

Menariknya, ada satu konter yang ditunggui pemiliknya, yakni Herbal harum maluku dan minyak harum maluku.

Dominggus Joseph Risaputty, peramu obat yang juga pendeta serta aktivis memberi layanan pijat bagi orang-orang yang mengalami penyakit. Selain mengucap pijat dengan doa, lewat minyak harum maluku, ia menawarkan Herbal antioksidan untuk membersihkan kotoran dalam tubuh hingga menurunkan kolesterol.

“Herbal ini tinggi antioksidan, rendah kalori, anti inflamasi, sebagai anestetik, serta anti mikroba melawan bakteri dan kuman berbahaya,” tutur Dominggus Joseph Risaputty dengan bersahabat.

Terbukti aman tanpa efek samping. “Tidak hanya untuk menyembuhkan, akan tetapi dapat pula untuk pencegahan timbulnya berbagai macam penyakit yang boleh dikonsumsi setiap hari (3 kali sehari / 3 sendok makan), ini arena mengandung cengkeh, pala, jahe, dan aneka rempah-rempah lainnya,” jelas Minggus.

SEJARAH

Sejak dahulu Indonesia dikenal sebagai pulau penghasil tanaman bernilai tinggi. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditas yang mengundang bangsa asing untuk datang ke negeri kita karena rempah-rempah yang kita miliki.
Bangsa Eropa juga mencari daerah yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya yang tidak terdapat di belahan dunia manapun, misalnya:

# Cengkeh
Merupakan rempah-rempah purbakala yang dikenal ribuan tahun lalu sebelum masehi dan telah membius banyak negara untuk menemukan asal sumbernya.
Selain itu sejarah dari Cina telah tercatat pada Dinasti Han abad ke 4 yang memanfaatkan cengkeh sebagai penyegar nafas dan Sang Kaisar Cina memerintahkan kepada setiap orang yang mendekatinya diwajibkan untuk menguyah cengkeh agar nafasnya harum.
Kemudian pada zaman Romawi, cengkeh menjadi bahan tukar menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan (skitar 1600 Masehi) yang nilainya lebih mahal dari emas.
Dan pada akhir abad ke 15, orang portugis membawa banyak cengkeh dari kepulauan Maluku ke Eropa karena pada saat itu harga 1 kg cengkeh = harga 7 gram emas.

# Pala
Merupakan salah satu ekspor andalan kita, dimana pada abad pertengahan, bangsa Eropa datang ke Indonesia untuk mendapatkannya. Karena harga biji dan bunga pala pada saat itu lebih tinggi dari harga emas juga. Pentingnya Pala membuat Belanda sampai menukar Pulau Run di kepulauan Banda (Maluku) dengan pulau Manhattan (New Amsterdam) di Amerika Serikat. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 1667 dalam perjanjian “Treaty of Breda” hanya karena buah pala. Itulah beberapa sejarah betapa berharganya rempah-rempah yang sudah kami kemas dalam bentuk Herbal Harum Maluku ini.

baca juga: majalah MATRA (cetak) edisi Juli 2018

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas