News

INDONESIA TUAN RUMAH IFNGO* ASEAN NGO WORKSHOP KE-24

Bertujuan mencari rumusan terbaik ‘Mengurangi Permintaan Narkoba/Drug Demand Reduction’ diantara generasi milenial menuju standar internasional pencegahan penyalahgunaan narkoba

Asri Hadi, Wakil Ketua Umum BERSAMA memberikan keterangan pers terkait acara pertemuan dan workshop IFNGO ASEAN NGOs ke-24 di Jakarta
8Views

 

# Menghadirkan pembicara dan peserta luar negeri, khususnya negara-negara ASEAN dan peserta dalam negeri

Indonesia yang diwakili oleh BERSAMA (Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama) menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Federasi Internasional Organisasi Non-Pemerintah untuk Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (IFNGO) tingkat ASEAN ke-24 di Jakarta dari tanggal 26-29 November 2019.

Pertemuan ini bertujuan mencari rumusan terbaik dalam mengurangi permintaan Narkoba (Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya) di masing-masing negara ASEAN, khususnya di Indonesia pada kalangan generasi muda atau milenial. Diharapkan rumusan tersebut dapat digunakan menuju standar internasional pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Indonesia telah memasuki fase darurat penyalahgunaan narkoba dengan kecenderungan pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Poppy Hayono Isman, Ketua Panitia Acara.

“Terdapat 6,4 juta jiwa penyalahguna Narkoba di Indonesia dengan kebutuhan pasok narkoba 6 ton/minggu dengan peredaran uang untuk belanja barang haram dan mematikan itu mencapai 250 triliun/tahun,” tambah Poppy yang mengambil data dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pertemuan dan workshop ke-24 IFNGO ASEAN NGOs berupaya mencari terobosan baru pola pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui tukar pengalaman dan diskusi terarah dan dihadiri pakar anti-narkoba dan pegiat dari negara-negara ASEAN, termasuk dari Tiongkok dan Taiwan.

BERSAMA adalah Organisasi Non Pemerintah yang berdiri sejak 1978 dan menjadi mitra pemerintah di bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di kalangan generasi muda.

Dalam operasional sehari-hari, BERSAMA bersinergi dengan organisasi sosial masyarakat lain dengan membangun tiga komunitas strategis: 1. Komunitas Berprestasi Tanpa Narkoba (Warga Negara Utama/Noble Citizens); 2. Komunitas Paska Rehabilitasi (Warga Karya); dan 3. Seluruh komunitas umum (Warga Anti Madat).

“Apa yang dilakukan oleh BERSAMA bisa kita kuatkan dengan pengalaman dan praktik terbaru dari organisasi non-pemerintah dari negara-negara tetangga, IFNGO, dan Badan Dunia UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) atau Kantor PBB Urusan Anti-Penyalahgunaan Narkoba dan Kejahahatan) yang dirumuskan bersama selama acara berlangsung,” ujar Augusto Noguiera, Presiden IFNGO.

Sejauh ini, Pemerintah sebagai aparat penegak hukum (Kepolisian, Imigrasi, BNN, dan badan terkait lainnya) telah melakukan beberapa langkah pengurangan penyalahgunaan Narkoba berupa pengurangan pasok dan permintaan. Pengurangan pasok termasuk perang dan pemberantasan pemasok dan penyalahguna Narkoba. Sedangkan pengurangan permintaan berupa sosialisasi melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan penyuluhan.

Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN RI), Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, SH kembali menegaskan bahwa hasil yang nantinya diraih dari workshop ini akan menjadi masukan yang sangat berharga terhadap upaya pengendalian, pemberantasan, dan pembinaan penyalahgunaan Narkoba, baik untuk skala nasional, regional, maupun internasional.

“Kita memerangi bahaya Narkoba yang masuk kategori organized crime/kejahatan terorganisasi lintas negara dengan jaringan kuat dan modal besar, maka upaya terus menerus yang dilakukan oleh badan-badan anti Narkoba juga harus terus didukung oleh semua pihak.”

“Apalagi sasaran utama jaringan narkoba adalah generasi muda atau milenial Indonesia yang bakal jadi tumpuan Indonesia 10-20 tahun ke depan agar Indonesia tetap eksis dan tumbuh besar di kancah Internasional,” tegas Heru.

Sementara itu, Asri Hadi, Wakil Sekjen BERSAMA menambahkan: “Apa yang dilakukan oleh BERSAMA dan IFNGO adalah salah satu kontribusi nyata Indonesia dalam menangani penyalahgunaan dan kejahatan Narkoba lintas Negara ASEAN – hasil dari pertemuan dan workshop ini akan kami sampaikan ke masing-masing Pemerintah negara peserta dan instansi-instansi anggota IFNGO.”

Acara ini diharapkan dihadiri 100 peserta dan pembicara dari luar negeri dan 200 pembicara dan peserta dari dalam negeri.

* International Federation of Non-Government Organization for the Prevention of Drugs and Substantive Abuse (IFNGO) atau Federasi Internasional Organisasi Non-Pemerintah untuk Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Andi Wibianto
the authorAndi Wibianto

Tinggalkan Balasan