Uncategorized

Sipilis Lambung

Si Pendiam yang Mematikan

12Views

HealthNews — Tak lekang dimakan waktu. Itulah sipilis. Sejak mewabah pada 1891–1910 di Oslo, Norwegia, hingga sekarang, penyakit ini masih tetap ada.

Karena, penyakit yang digolongkan sebagai salah satu dari lima penyakit seksual menular ini, mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kemajuan di bidang pengobatan.

Menurut Unandar Budimulya, dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin (konsuler) di RSCM, Jakarta, sipilis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan bakteri treponema pallidum.

Penyakit ini muncul dari hubungan seksual, terutama di luar nikah, yang tidak menggunakan “pengaman”.

Yang unik dari si “raja singa”, nama lain sipilis, selain terbagi menjadi beberapa stadium, ia juga mengenal masa tanpa gejala (laten).

Secara medis, pada masa laten, meskipun tanpa gejala, hasil pemeriksaan darah akan menunjukkan bakteri sipilis itu masih hidup.

Artinya, bakteri ini sedang jalan-jalan mencari tempat singgah. Ketika sudah menemukan tempat yang pas, ia pun mampir dan muncul lagi.

Selain itu, penyakit yang berhasil “menumbangkan” Al Capone dan Hitler ini menimbulkan luka yang tidak sakit dan setelah sembuh meninggalkan tanda mata berupa bercak putih di kulit (mirip panu).

Sipilis diawali dengan munculnya luka kecil di kemaluan. Melalui luka inilah bakteri treponema pallidum masuk dan mengubah luka menjadi benjolan berwarna merah seukuran kacang polong.

Selanjutnya, benjolan ini membentuk luka bundar yang disebut syphilistic canchre. Proses yang diistilahi sipilis primer ini berlangsung selama satu bulan dan membuat penderita demam pada malam hari.

Kemudian, sipilis mengalami masa laten pertama 3–6 bulan.

Jika diabaikan, penyakit ini akan muncul lagi dalam bentuk bercak-bercak merah di kulit, mirip patek dan tidak gatal. Bercak itu juga menandakan treponema pallidum, melalui kelenjar getah bening dan aliran darah, telah merambah organ-organ di atas kemaluan.

Tahap ini disebut sipilis sekunder dan berlangsung selama dua tahun. Pada stadium ini, suhu tubuh penderita naik, diikuti dengan pelebaran pembuluh darah. Selanjutnya, sipilis mengalami masa laten kedua selama dua tahun.

Bertahun-tahun kemudian, sipilis muncul lagi dalam bentuk stadium lanjut (sipilis tersier).

Pada tahap ini, treponema pallidum sudah menyerang syaraf, pembuluh darah jantung, dan pembuluh darah otak. “Bisa jadi yang semula diduga stroke atau serangan jantung koroner, sebenarnya sipilis,” kata mantan guru besar FKUI ini.

Ada Muncul Sipilis Baru, yaitu Sipilis Lambung.

Hal ini diumumkan para dokter dari Institute of Gastroenterology AMS of Ukraine, University of Medicine and Pharmacy Craiova, dan Third Clinic Of Surgery, University Hospital, Craiova.

Presentasi mereka berdasarkan pada meningkatnya jumlah penderita sipilis di Ukraina. Kebetulan, beberapa di antara penderita itu juga mengalami radang lambung.

Melalui pemeriksaan endoskopi, selain ditemukan treponema pallidum, juga ditemukan helicobacter pylori (bakteri dalam saluran cerna yang menyebabkan peradangan).

Diduga penyakit yang gejalanya mirip penyakit maag ini, muncul karena luka di lambung akibat sipilis pada masa laten kedua. Lewat luka inilah helicobacter pylori masuk. Dugaan lain, sipilis lambung muncul karena adanya radang lambung yang diikuti oleh masuknya bakteri sipilis.

Jika sipilis “tradisional” dapat dibasmi dengan suntikan penisilin, sipilis lambung dapat diobati dengan suntikan benzathin penicillin G. Bagi penderita yang alergi terhadap penisilin, dapat  menggunakan antibiotika lain dengan konsekunsi masa penyembuhannya memakan waktu cukup lama.

Menurut Unandar, penyakit yang mendapat julukan silent killer ini tidak menyebabkan kematian. Namun, kemampuan bakterinya dalam menggerogoti otak, pembuluh darah jantung, pembuluh darah otak, dan lambung itulah yang menjadi penyebab kematian.

 

Tinggalkan Balasan