Featured

Tetap Fit Selama Berpuasa

Perhatikan Gizi Seimbang

153Views

 Berpuasa banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Masalahnya, menjadi tetap fit selama perut kosong bukanlah persoalan mudah. Badan lemas, konsenstrasi bekerja pun kadang sering kabur.

HealthNews.co.id —  Berpuasa tidak hanya semata persoalan ibadah. Dari kacamata kesehatan, mengosongkan perut seharian penuh memiliki banyak manfaat.

Berbagai penelitian yang pernah dilakukan menyimpulkan bahwa kegiatan ini sangat berguna untuk kesehatan.

Selain mencegah dan mengobati sejumlah penyakit, berpuasa juga membantu membuang racun-racun dari dalam tubuh atau detoksifikasi.

Tak heran, jika sejumlah dokter menggunakannya sebagai terapi dan media penyembuhan.

Namun, persoalannya tentu tak semudah itu. Ibarat sebuah mesin, pada saat berpuasa, praktis semua organ harus beristirahat.

Nah, ini yang kemudian membuat kondisi tubuh menjadi tiba-tiba berubah. Efeknya yang pasti, dalam perut yang tengah keroncongan, tidak saja tenaga meredup, tapi juga konsenstrasi kadang kabur.

Bagi masyarakat modern, tentu ini menjadi masalah.

Vitalitas yang kendur praktis membuat produktivitas surut. Kalau pun bisa kembali bekerja, hal itu bisa dilakukan setelah waktu berbuka tiba.

Hal ini tentulah tiada gunanya, kantor, toh, sudah harus tutup saat itu. Lantas, bagaimana agar semua pekerjaan bisa dilakukan, meski perut dalam keadaan keroncongan?

Sebenarnya, berpuasa di bulan Ramadan hanya perubahan pola makan sehari-hari.

Jadi, kebutuhan energi tetap bisa dipenuhi, sepanjang asupan gizi selalu cukup. Berbeda dengan puasa lain, “puasa mutih” versi orang jawa misalnya.

Di sini jelas terjadi asupan gizi yang tak berimbang, karena menyantap nasi putih dan air putih saja. Dari sisi kesehatan, ini tentu tidak baik. Tidak begitu halnya dengan puasa Ramadan.

Memang, pada minggu pertama, biasanya, terjadi stres fisik, berupa lelah atau pusing. Tak usah khawatir. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Kala itu tubuh sedang melakukan penyesuaian atas pola makan yang berubah. Atur pekerjaan sesuai kemampuan saat berpuasa.

Hal penting yang harus dperhatikan tak lain adalah konsumsi gizi yang seimbang.

Lantas, makanan apa yang harus lebih banyak disantap? Makanan yang kaya protein, tepatnya. Zat yang terdapat dalam susu, telur, ikan, sedikit daging merah, tahu atau tempe, sangat baik sebagai penyedia energi dalam jangka yang panjang.

Jangan lupa melengkapinya dengan sayur-mayur atau buah-buahan. Makanan ini memiliki banyak serat, vitamin, dan mineral, yang berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Aturlah agar air putih yang diminum juga cukup, usahakan minimal 8 gelas per hari. Atau, kira-kira dua liter.

Umumnya, orang yang melakukan ibadah puasa akan mengalami penurunan kadar gula di siang hari. Oleh karena itu, pada saat berbuka dianjurkan untuk memakan makanan yang manis-manis terlebih dahulu.

Jadi, jangan karena tidak makan di siang hari, lantas sorenya balas dendam dengan makan sepuasnya. Biasakan makan ringan dan manis dulu. Mengawali buka puasa dengan makanan berat akan membebani kerja lambung yang telah dibiarkan istirahat selama 12 jam.

Namun harap diingat, hindarilah minuman yang dicampur es. Memang, sih, menenggak minuman dingin selepas berpuasa sepanjang hari itu terasa nikmat.

Hanya, itu bisa berdampak lain. Es bisa membuat tubuh cepat merasa kenyang dan juga menjadi tahan lapar. Dikhawatirkan, karena perut sudah kenyang, makanan yang bergizi lainnya malah tak sempat mampir. Efeknya, keesokan harinya saat berpuasa, tubuh pun jadi loyo.

Selamat berpuasa.

dr Irdawati Novita

Irdawati Novita
the authorIrdawati Novita

Tinggalkan Balasan