Featured

Mengusir Bau Mulut

Lobi Bisnis pun Lancar

166Views

Tak sedikit orang yang pelit berbicara saat berpuasa. Bukan karena menghemat tenaga, tetapi tak pede dengan aroma yang keluar dari mulutnya. Bagaimana mengusirnya?

Healthnews.co.id — Harum sewangi buah kesturi, begitu yang kerap didengar di pengajian-pengajian tentang bau mulut orang yang sedang berpuasa.

Namun, tak sedikit dari mereka yang melakukan ibadah ini merasa enggan membuka mulut lebar-lebar. Penyebabnya, takut bau mulut menyebar dan menggangu lawan bicara.

Puasa memang kerap membuat aroma yang keluar dari mulut terasa bau.

Sebenarnya, ini sesuatu yang wajar.

Di dalam mulut orang yang sehat sebenarnya selalu terdapat sel-sel mati. Ketika tidak berpuasa, sel-sel ini tersapu air ludah ke dalam perut, dan dicerna di sana sehingga aroma tak keluar dari mulut.

Pada orang yang berpuasa, mulut yang kering menyebabkan sel-sel itu betah di mulut. Akibatnya, pembusukan terjadi, yang kemudian menghasilkan gas yang berisi unsur sulfur. Gas inilah yang menyebabkan mulut terasa tak sedap.

Bau mulut yang terjadi saat berpuasa sesungguhnya tak membutuhkan pengobatan medis seperti penyakit lain. Yang harus dilakukan hanyalah menjalani pola hidup bersih, khususnya di daerah mulut.

Berikut langkah yang bisa mengurangi kadar bau tak sedap itu, agar lobi bisnis jadi tak macet.

PERGI KE DOKTER. Sebelum bulan puasa tiba, ada baiknya Anda memeriksakan mulut dan gigi ke dokter. Kikislah karang-karangnya. Jika ada lubang, segera minta dokter agar menambalnya. Bukan apa-apa, gigi berlubang bisa menjadi tempat persembunyian sisa makanan dan juga bakteri.

BERSIHKAN LIDAH. Saat bersikat gigi, jangan lupa membersihkan lidah. Lidah terdiri atas papilla-papila yang dapat menjadi tempat menempelnya makanan, dan rumah yang baik bagi bakter-bakteri anaerob, yang hidup normalnya memang di dalam mulut.

Saat ini tersedia banyak pembersih khusus lidah. Jika bau terasa di siang hari, bersihkan lidah Anda.

PERBANYAK MINUM AIR PUTIH. Saat sahur dan berbuka puasa, perbanyaklah menenggak air putih. Usahakan minimal dua liter sehari semalam. Masing-masing satu liter saat buka dan sahur. Memang perut menjadi kembung, tapi efeknya bisa ikut mengurangi aroma nan tak sedap itu.

BERKUMUR. Perbanyaklah berkumur-kumur dengan menggunakan air putih. Jika takut puasa terganggu, berkumurlah saat buka puasa dan sahur.

Tambahkan garam, boleh juga. Larutan ini berguna untuk menjaga keasaman mulut sehingga lingkungan mulut tidak kondusif bagi perkembangbiakan bakteri. Anda juga bisa menggunakan obat kumur yang banyak terdapat di pasaran.

BUAH-BUAHAN. Mengonsumsi buah-buahan tak hanya membuat tubuh terasa fit dan segar, tetapi juga meminimalkan bau mulut.

Di bulan Ramadan, karena potensi mulut berbau ini sangat besar, pilih buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti jeruk, belimbing, semangka, dan lain-lain.

MENU MAKANAN. Perbanyak makan sayuran saat berbuka puasa atau sahur. Pilih sayuran yang berwarna hijau, karena mengandung banyak klorofil.

Bahan ini tak banyak mengeluarkan zat urine, yang biasanya menjadi pemicu bau mulut. Hindari menyantap makanan yang beraroma “aduhai”, seperti jengkol, bawang merah, atau petai.

HINDARI DAGING.  Makanan yang mengandung banyak protein seperti daging bisa pula menyebabkan mulut berbau.

Mau tahu sebabnya? Proses pengolahannya dalam perut akan menghasilkan gas, yang dapat dikeluarkan dari mulut. Tetapi, jika Anda menyukainya, sebaiknya jangan mengonsumsinya pada saat sahur. Makanlah di waktu berbuka puasa atau malam hari.

dr.Irdawati Novita

Irdawati Novita
the authorIrdawati Novita

Tinggalkan Balasan